Just Want to Say Luv U
December 1, 2008
“berhubung gwa hanya punya sedikit pengalaman bercinta makana gwa selalu bercerita tentang temen gwa yang lagi kasmaran disatu sisi en takut kesepian di ruang lainna”
Gwa pengen menjadi orang yang sangat jujur akhir-akhir ini.. di epon klien gwa bilang malez karena gwa emang lagi malez (biasana nie gwa selama ini berkelit dengan segudang alesan.. yang lagi ketemu klien yang laen lah.. yang lagi pulang kampung lah.. juga bilang lupa lah ). Untuk berbohong ke klien emang gwa punya cadangan kalimat yang manis dibibir tapi menyusahkan diakhirna.. kerjaan gwa jadi numpuk en gag bisa konsen ma satu kerjaan. Lama kelamaan gwa bosen jadina bohong ma klien, selain takut dosa gwa juga ngeri satu saat gwa ketagihan ama bohong dan lupa gwa sedang berbohong. Ngeri juga kalo gwa ampek lupa gwa lagi boong.. bisa-bisa tiap kali gwa ngobrol ma orang entah itu orang tua , sodara, temen.. gwa selalu berbohong. wuihh.. idup gwa bisa diselimuti kegelapan.. ngeri ah.
Gwa gag mo cerita tentang beratna berusaha menjadi jujur.. but mo akhirna jujur or boong.. gwa udah berusaha menjadi jujur.. finally i can do that .. gag boong selama satu harian.. hehehehe.. sebuah keberhasilan menurut gwa yang tukang boong ini. lah gwa jadi binun sekarang gwa bangga karena gwa jujur or gwa bangga karena keberhasilan gwa ??
Cant Say Luv U
seorang temen sedang curhat tentang cinta ma gwa. ini sederhanana : Doi punya temen xewex akrab banget. doi bisa curhat tentang segalana ma tu xewex.. tentang kecenderungan doi yang bisex, tentang kesukaan doi nyimeng ampek tentang keinginan doi untuk mendekatkan diri ma tuhan.. tu xewex selalu ngadepin doi dengan obrolan-obrolan yang nyangkut diperasaan doi. ringan, penuh canda en good ending. Nah masalahna doi pengen nembak tu xewex.. cinta bersemi kala kata mampu meruntuhkan hati.. ce ileh.. gwa ikut terharu biru jadina. Dilain sisi doi takut kehilangan temen ngobrol yang sangat deket kalo tu xewex jadi pacar doi.. Nah lo…
Gwa sie nyaranin doi baca stensilanna freddy s … hehehhe salah ya ?.
Say Luv U
nah nie gwa punya cerita sendiri… gwa pernah punya pacar beberapa tahun lalu.. setelah pacaran udah berapa ribu kalimat luv u meluncur dari bibir dari sms ato dari epon gwa ke doi. Tiap kali ketemu bilang luv u.. sms bilang luv u.. epon bilang luv u.. chatting bilang luv u.. surat-suratan bilang luv u ampek mo makan aja kalo gag bilang luv u duluan jadi kurang bergairah makanna.. Entah karena bosen ato rasa cinte gwa mulai berkurang dan lama-lama ilang ma mantan gwa tu.. gwa rada-rada enek ma kalimat luv u.. but gwa tetep say luv u ma mantan gwa tu tiap kali ketemu, epon ma sms padaal dah gag cinte. Ampek gwa putus en kemudian jatuh cinte lagi gwa baru stop bilang luv u ma mantan gwa.. kalo bilang mah bisa ditabokin ma pacar gwa hehehehe. Nah setelah single lagi kayak sekarang untungna gwa gag pernah ketemu, smsan epon ma mantan gwa tu.. kalo gag bisa jadi gwa bisa bilang luv u again :d ( uda kebiasaan pa ngerep yach..)
Temen gwa berusaha jujur ma kasmaran disatu sisi en takut kesepian di ruang lainna.. akhirna gag berani bilang luv u.. gwa berani bilang luv u ampek ribuan kali but boong ma diri gwa sendiri.. menyedihkan yach.. kalo bisa sie enakan bilang luv u ampek ribuan kalee but jujur.. punya orang yang dicintai sekaligus teman curhat yang cihuy.. Nice Dream
Satu Hal yang Pasti dari Masa Depan adalah Kematian
November 23, 2008
”Mas, aku takut tentang masa depan. Kok tiba-tiba saja perasaan itu datang.Kok semuanya sekarang menjadi begitu kacaunya.”
Sepenggal sms adik gwa mengusik rutinitas gwa yang begitu menyebalkan. Gwa dalam keadaan begitu positifnya. Gwa tetap melanjutkan rapat berapi-api itu yang apinya mungkin sudah mengecil sedikit. Setelah selesai, Gwa tak juga menjawab SMS adik gwa. Gwa membutuhkan waktu untuk merenung kembali apa benar demikian adanya. Apakah benar masa depan akan begitu kacaunya? Sementara gwa ini manusia yang tak pernah memikirkan masa depan. Gwa hanya hidup sehari untuk sehari. Kejadian yang sehari ya dilakoni sehari itu saja. Mau rencana Gwa gagal kek, mau berhasil seperti yang gwa harapkan kek, ya gwa diam saja, gwa jalani saja.
Tadi malem pas malem minggu, gwa diajak teman buat sekedar nongkrong direstaurant favourite doi. Ditemani wanita-wanita yang sepertinya jadi ciri khas doi gwa berusaha serilek-rileknya ngadepin situasi ini. Gile.. doi ditemenin beberapa wanita.. gwa ngentang… Doi menanyakan apa rencana gwa ke depan. Kemudian doi menjawab pertanyaannya sendiri. ”O ya… gwa lupa lo kan enggak pernah merencanakan masa depan ya?” prett..
Maka sebagai orang yang tak ”punya” masa depan, mendapat SMS bernada frustrasi semacam itu gwa jadi kelabakan sendiri. Tentu gwa bukan orang yang masa bodoh. Bahwa Krisis gobal , gempa bumi di seantero tanah air merenggut nyawa demikian banyaknya, peperangan terjadi, kita senang bermusuhan, menjatuhkan, senangnya merekayasa hidup orang lain, tak suka melihat orang lain sukses dan senang, mau monopoli, hutan dirusak, korupsi di mana-mana, gwa tak buta tentang itu semua.
Jujur sama Masa Depan
Gwa baca artikel di majalah Fortune edisi September 2008, ”Prada Goes Shopping-For Money”. Untuk dapat bersaing di dunia mode, rumah mode itu memerlukan dana segar, selain itu untuk membayar utang. Awal tragedi itu gara-gara rumah mode ini memiliki saham di tiga rumah mode lain dan satu rumah sepatu. Fortune menjelaskan demikian. Prada, however lacked the capital and managerialstrength to cultivate those acquisitions. And that’s when the trouble started. ”Prada has too much debt,” kata Frederico Lalatta dari Boston Consulting Group. ”If they can’t go public, they will be walking a fine line,” jelas dia lagi.
Dalam majalah itu dibeberkan juga, Pak Bertelli, suami Ibu Miuccia Prada, seorang yang temperamental dan yang telah membuat banyak eksekutifnya tak bertahan lama bekerja bersama dia. But his management style—marked by temper tantrum and a tendency to micromanage—has led to high turnover among Prada’s executives. Bertelli flew into a rage because the sheetrock was uneven. To express his displeasure he smashed a mirror that was hanging on the wall. ”You need a certain personality to work for the company,” kata Brian Hence yang bisa bertahan sepuluh tahun bekerja untuk dia sebelum menjadi presiden rumah sepatu kondang, Jimmy Choo, Amerika.
Awalnya gwa berpikir, apakah citra rumah mode ini tak akan babak belur setelah liputan itu dibeberkan ke seluruh dunia? Maklum, buat masyarakat mode citra itu pentingnya luar ”binasa”. Bahkan menjadi munafik sekalipun tampaknya malah sebuah kebenaran. Dan kalau mengingat pelajaran nonformal di kafe dari teman-teman gwa yang bekerja sebagai humas, maka liputan mengenai kejujuran macam begini adalah tindakan yang mencoreng muka.
Namun, gwa merasa kejujuran dalam liputan itu memberi gwa sesuatu, terutama sekarang gwa mendadak harus mengurus perusahaan peninggalan keluarga. Gwa belajar gwa tak boleh temperamental lagi, harus berhati-hati membelanjakan uang perusahaan dalam mengembangkan bisnis, dan sejuta masukan yang sangat berarti.
Buat gwa kejujuran macam ini bak pahlawan karena umumnya yang gwa baca di majalah semacam Fortune adalah kehebatan seorang pemimpin, tak pernah membeberkan kelemahannya untuk menjadi pelajaran.
Makanya gwa suka bingung. Di sini, kejujuran diusahakan sebisa mungkin ditutup, di luar dibuka habis-habisan. Terus gwa cuma bertanya buat apa yang di sini ditutup, lha wong gwa juga berlangganan majalah luar. Dari sanalah saya mengetahui Carla Bruni itu siapa, Obama itu latar belakangnya macam apa, dan pacar Marc Jacobs itu jenis kelaminnya seperti apa. hek..hek..hek.
Jadi, kejujuran yang tampaknya negatif pun ternyata bisa memberi sumbangan positif buat orang lain, meski harus diakui yang negatif memang lebih enak dijadikan bahan gosip. Itu mungkin yang membuat orang tak berani jujur, meski tahu itu bisa membantu orang lain.
Gwa senang membuat citra karena tampak luar yang sesaat itu penting. Bicara diatur, senyum diatur, kalimat yang saya gunakan mengambang meski masih ada nilai kebenarannya. Pokoknya gwa bisa cerdik seperti ular dan disaat yang sama terlihat tulus seperti merpati. Memesona itu penting, tetapi gwa harus juga berpikir, kalau gwa terus begitu lama-lama lupa gwa ini bukan sedang membuka rumah kecantikan dua puluh empat jam.
Masa Depan Suram
Sebelum gwa tiba di tempat tidur siang ini, gwa mengambil kesimpulan. Masa depan itu suram karena gwa yang akan menyambut masa depan itu sekarang saja sudah suram. Bahkan kalau mau jujur, gwa memang berencana menyuramkan masa depan dengan melakukan kesuraman mulai sekarang. Dan sayang seribu sayang, yang melakukan itu ternyata gwa. gwa yang jadi biang keroknya. Sedihnya, biang keroknya adalah manusia yang mengaku well educated, pandai, dan bermartabak. Eh… salah bermartabat, maksudnya.
Mungkin banyak dari Anda sudah mendapatkan cerita mulia ini. Semoga Anda tak bosan kalau gwa mengulanginya
A man went to a barbershop to have his hair cut and his beard trimmed. As the barber began to work, they began to have a good conversation. They talked about so many things and various subjects. When they eventually touched on the subject of God, the barber said: ”I don’t believe that God exists.” ”Why do you say that?” asked the customer. ”Well, you just have to go out in the street to realize that God doesn’t exist.”
”Tell me, if God exists, would there be so many sick people? Would there be abandoned children? If God existed, there would be neither suffering nor pain. I can’t imagine a loving God who would allow all of these things.”
The customer thought for a moment, but didn’t respond because he didn’t want to start an argument. The barber finished his job and the customer left the shop. Just after he left the barbershop, he saw a man in the street with long, stringy, dirty hair and an untrimmed beard.
He looked dirty and unkempt. The customer turned back and entered the barber shop again and he said to the barber, ”You know what? Barbers do not exist.” ”How can you say that?” asked the surprised barber. ”I am here, and I am a barber. And I just worked on you!” ”No!” the customer exclaimed. ”Barbers don’t exist because that man outside.”
”Ah, but barbers do exist! That’s what happens when people do not come to me.” ”Exactly!” affirmed the customer. ”That’s the point! God, too, does exist! That’s what happens when people do not go to Him and don’t look to Him for help. That’s why there’s so much pain and suffering in the world.”
Banyak orang berambisi mengubah dunia, tetapi sedikit orang berpikir mengubah dirinya sendiri
November 23, 2008
Gwa mungkin hanya seorang pemimpi. Yang memimpikan duduk berdua menikmati petang di teras depan rumah mungil kami. Melihat anak-anak bermain dibawah pohon mangga. Juga senja 25 tahun lagi, setelah keriput menjemput, ketika kami menunggu anak-anak pulang di tempat yang sama. Hanya itu tak lebih tak kurang.
Satu teman gwa akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pacarnya yang sudah sekitar 3.5 tahun berjalan. Cukup mengejutkan. Karena dari kami segerombolan gwa pikir pasangan merekalah yang akan melenggang dengan pasti ke taraf serius, lebih dari pacaran. Pasangan yang saling melengkapi klo gwa menyebut mereka, cowoknya kalem, ngemong, tenang, santai menghadapi hidup. Sementara teman gwa lebih ambisius, sedikit cepat panik dan perfeksionis.
Dalam satu kesempatan gwa bertanya kenapa harus mengambil keputusan itu. Jawabannya sedikit membuat gwa menyerngitkan dahi, cowoknya belum juga lulus kuliah. Satu sisi, gwa sangat bisa memahami itu. Mengingat teman gwa sekarang sedang merintis karir di salah satu bank pemerintah terbesar Indonesia. Sangat bisa dipahami. Tapi sisi lain otak kecil gwa terpekur, wuizzz… dunia makin materialistis dan kemapanan menjadi pilihan cewek-cewek (termasuk temen gwa). hehehhehe… pilihan praktis untuk idup yang praktis. idup yang praktis mah enak.. mo jalan2 ke luar negeri tinggal pesen tiket, mo beli boil baru tinggal order.. mo di temenin xewex2 keren sepanjang hari tinggal booking.. gag perlu mikirin keruwetan idup yang memaksa otak buat berpikir “besok makan apa ??” , ato “eh jemuran da diangkat lom ya.. ntar diembat maling” RIBET..
Di satu kesempatan yang berbeda, gwa berbincang dengan teman yang lain di satu chatroom. Doi bercerita bahwa doi sedang dekat dengan dua orang cowok. Satu teman masa kecil, cinta pertamanya. Gwa tahu persis karena sejak pertama gwa kenal ma doi, doi sering menceritakan tentang cowok ini. Yang satu baru saja doi kenal. Teman gwa dihadapkan pada posisi harus memilih yang mana untuk ke tahap serius. Dan doi pilih yang kedua. Ketika gwa tanya mengapa, jawabnya sederhana, kemapanan. Gwa terdiam seribu bahasa. Dihantam kebingungan harus memilih kata. Karena tak bisa gwa pungkiri, engineer di oil company tentunya lebih menjanjikan dari pada karyawan perusahaan yang bahkan tak pernah gwa dengar namanya. Wuihh.. serem mah kalo xewex2 mikirnya kayak gini semua.. bisa terancam nie keidupan gwa. Gwa da ngerasa gwa akan diposisi cowok yang diputusin ma temen gwa yang pertama sekaligus juga cowok yang gag dipilih oleh temen gwa yang kedua. PESIMIS MAH KALO JADI XOWOX KERE..
“bagi xowok kere kalo dapet wanita keren segera nikahin.. keburu disamber xowox tajir. Uda gitu ada aja alasanna..dijodohin laa.. beda agama laa.. gag direstui orang tua laa… Anjing Tai Kucing Laa”
( ini ungkapan dXXXn… seorang shohib yang gag percaya ma pernikahan ) … Depresi banget kayakna
Mungkin pemikiran gwa terlalu kekanak-kanakan, meskipun gwa tidak lagi hidup dalam dunia polos mereka. Tapi bukankah kita juga tak perlu status sosial tertera di jidat kita untuk saling mengaitkan jari kelingking berjanji “through the best and worst of what is to come, until death do us part”?
Janji yang harusnya bisa kita tepati hanya dengan dua hal, komitmen dan tanggung jawab. eH kurang mas ternyata mobil, rumah, kapal pribadi, liburan keliling bulan lom disebutin lupa ya ??
Pertanyaan iseng
1. Pernah gag sie anaknya bill gates putus cinta ??
salam
kingamaya (thx da di post)
Don’t let her brown teeth make you blue
November 12, 2008
I met a beautiful, intelligent, kind girl in college many years ago, but the relationship failed because of his chronic marijuana habit. Now, we met again and she announced that she had quit. But I was horrified by the brown smoking stains on his teeth.
Gag ada orang yang sempurna-gag juga si Justin Timberlake, Nasehat seorang temen. Cukup bijak buat ngejawab dugaan gwa yang masuk kategori “yang tidak-tidak”. Simple emang buat nge-judge orang sesuai yang kita liat, but emang kayak ginilah hidup, kalo gag ada praduga ya hambar, gag ada gosip, gag ada fitnah jelasna gag seru…
si doi nie termasuk favourite temen-temen gwa waktu kuliah ( i think now teteupp.. he hehehe ..). Kondisi doi yang kebetulan addick banget pas gwa ketemu terakhir sangat jauh berbeda. Doi yang dulunya kuyu sekarang balik seuger buger lagi. Gairah idup doi mulai keliatan lagi diliat dari sinar matanya . Tapi yang menjadi masalah buat gwa adalah streotipe gwa yang masih mengecap si doi sebagai pemake.. yang menurut gwa sendiri gag fair.. apalagi buat cewek se yoi doi.
UDAH GAG JAMAN NGOBROLIN SARA, KEBIASAAN, AMA PROFESI
Dari SMA gwa benci banget kalo semua hal di hubungin ma SARA. pernah punya pacar waktu SMA gag bole pacaran ma bonyok cewek gwa gara-gara suku yang berbeda.. masi di SMA gwa bahkan dilarang maen ketempat temen gara-gara tiap minggu pas doi harusnya ke gereja.. malah gwa ajakin asik maen game ato nonton bokep.. ketahuan ma bonyok doi.. hihihi. Trus pas kuliah juga banyak temen-temen yang akhirnya pada ngilang gara-gara gwa lebih keliatan sebagai tukang demo daripada mahasiswa..Nah sekarang gwa memandang temen gwa sendiri berbeda gara-gara kebiasaan doi dulu suka ngisep cimeng.. Duh.. gwa jadi sama brengseknya ma orang-orang itu.. yang ngelarang-ngelarang.. yang ngusir-ngusir terus yang menjauhi itu.. Kepicikan gwa ternyata masih tersimpan rapi didada..
Kebetulan doi asik diajak ngobrol untuk sekedar nostalgis ma ngobrolin masa depan.. weks doi ketawa waktu gwa ngobrol tentang masa depan. gwa ngomong yang pasti dari masa depan gwa cuman kematian..”gwa lebih optimis menatap masa depan daripada lo” kata doi. wuihh.. mantapp amin deh. Gwa merasa malu ma streotipe gwa.. gwa yang merasa punya masa depan yang lebih baik daripada mantan pengguna itu.. malah gelagapan dalam ngobrolin masa depan. Oh ya.. kebetulan juga gwa mo promosi si doi lagi jomblo.. sapa yang berminat hubungi sayah dijamin.. se MIke – Mike gitu (maksudnya selera-selera mike gitu ). Suer setelah ngobrol banyak giginya gag keliatan coklat lagi…
Nie Pikiran Gwa
Kenapa gag gwa pacarin aja si doi ya ?? <– pertanyaan teman ( kenapa seh selalu gitu kalo ada cowok ma xewex akrab ?? )
Nemuin orang yang pas dengan hati kita susah emang.. but berhubung hati gwa masih terbang kemana-mana jadi gag minat.. gwa minatna ma doi cuman buat ngobrol en berbagi cerita. susah nyari temen yang kayak doi…
Gwa Pengen Doi Mikir Gini
Enak ya temenan ma punjung. Simple kan..
Saya lupa untuk harus mencintai manusia, sekesal apa pun dia…
November 10, 2008
“Emang Gimanapun juga birokrasi di Indonesia mbulet sekali… ngurus paspor aja 2 minggu gag jadi-jadi ikz..”
Karena punya keinginan pergi keluar negeri walaupun gag punya duit .. pas pulang kampung 2 minggu yang lalu gwa iseng ngurusin paspor.. sapa tau aja ada bule yang ngajakin jalan-jalan gwa ikut ke negaranya..hehehe.. namanya juga usaha.
Dari awal rencana, gwa udah diwanti-wanti ma seorang temen kalo ngurus paspor harus sabar… “jadi pas ngurusna lu harus sering inget ma tuhan” katanya.. ok guys.. but gwa udah ngebet punya pasport sendiri coy. nyampek di imigrasi tanjung perak surabaya sekitar jam 12 siang gwa harus daftar ini.. daftar itu.. terus ngelengkapin ini… itu.. trus lucunya poto gwa yang miring di ktp juga sempet di salahin.. wekz… kalo gwa yang nyetak sendiri tu ktp pasti gwa udah edit dolo ktpnya pakek potoshop biar keliatan lebih ok.. masalahnya yang bikin juga pegawai kependudukan.. jadi mo protes paling juga disambut dengan senyum getir.. malezzz…
Sekitar Jam 4 proses registrasi selese.. gwa tinggal nunggu dipanggil ma pihak yang “terkait” buat poto ma test wawancara. Sekitar 2 jam gwa celingukan gag jelas… berharap-harap dapet giliran dipanggil.. Busyet kog ya gag dipanggil2… sedangkan orang yang belakangan ngurus malah dapet giliran duluan.. setelah bisik2 ma tetangga, gwa baru ngeh ternyata kalo mo cepet harus bayar calo.. Setelah bayar calo 2 menit kemudian gwa dipanggil.. oh god.. maafkan kesalahan gwa.. bener juga temen gwa bilang inget ma tuhan biar sabar. Gwa punya pembenaran yang mudah-mudahan tuhan ngerti… gwa harus cabut ke Denpasar jam 08.20.. bisa ketinggalan pesawat gwa…
Setelah 2 minggu berlalu ternyata paspor gwa belon jadi.. hikz-hikz… ngurusin beberapa lembar kertas aja udah nyampek 2 minggu.. gimana kalo gwa minta ngurusin 12 macem paspor… glek..
Cinta juga penuh Birokrasi
Kebetulan ada undangan pernikahan teman di Tabanan kemaren.. gwa dapet curhatan menarik seputar pernikahannya.. pertama-tama doi ma istrinya berbeda keyakinan.. terus berbeda ras dan parahnya berbeda warna kulit pula..doi kere istrinya tajir abis.. doi item istrinya putih banget ( SARA banget gag sie..heheheh gag papa temen akrab ini ). Jelas aja pernikahannya gag disetujui ma kedua orang tuanya.. bahkan nenek, kakek ampek buyutnya kalo ditanyain ke dalem kuburannya pasti geleng-geleng gag setuju… Karena tekatna dah bulat doi ma istrinya berdua ngomong ma orang tua masing-masing berdua mau nikah.. setelah berdebat alot tetep aja gag disetujui.. sampek rapat keluarga juga gag ada yang setuju… curhat ma paman malah dimarahin.. ma bibi dinasehatin tapi intinya juga gag disetujuin.. wuih… tapi akhirnya mereka tetep nikah.. itu yang gwa salutin.. “orang tua mah tetep akan jadi orang tua kita selamanya..tapi pilihan idup harus kita berdua yang bikin” kata doi enteng.. gleg.. andai saja temen gwa jadi petugas imigrasi selese kayakna urusan paspor gwa dalam 3 jam. ..
I do Care
Kejadian tadi membuat gwa kemudian berpikir, kalau gwa sedang dalam sebuah hubungan mungkin gwa juga harus melakukan seperti contoh di atas. Semangat untuk mencintai seperti tak akan pernah pupus. Bahkan sampai buta, sehingga gwa bisa berkomentar, pasangan gwa adalah makhluk paling oke di jagat raya ini.
Gwa mungkin juga harus menanyakan sebuah pertanyaan yang konyol, basi, dan tak ada gunanya. ”Udah makan lom, Yang?” Padahal, kalaupun belum makan, gwa toh tak akan berniat mengantar makanan kepada sidoi. Kata seorang teman, itu sebuah ungkapan perhatian, bukan diartikan secara mentah.
Tak hanya soal sukacita itu saja. Ada masanya akan terjadi pertengkaran, kecemburuan yang tiba-tiba datangnya seperti maling, yang membuat kelimpungan. Masa di mana nilai ambang cemburu itu begitu rendah. Sebuah pertanda cinta yang menggunung seperti es serut di atas pesanan semangkok es campur dan takut meleleh kemudian hilang menjadi air. Maka, cemburu yang menyebalkan itu menjadi sebuah penilaian, betapa besar cinta yang ada di dalamnya.
Gwa gag pernah nikah, gwa pernah memiliki hubungan yang lama dan mungkin membuat gwa menjadi bosan karenanya. Bosan karena manusia di sebelah gwa berubah. Dan manusia di sebelah gwa itu berkomentar sama. ”Manusia di sebelah gwa berubah.” Tetapi, kalau itu terjadi pada gwa, mungkin sejak awal gwa keliru berpikir bahwa jatuh cinta itu hanya berlaku pada awalnya saja. Pada masa pacaran, di masa pre-event. Titik.
Mungkin gwa harus kembali—dan senantiasa kembali—pada kasih mula-mula terhadap pasangan gwa. Dengan demikian, pada masa perkawinan pun, gwa selalu akan jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi. Gwa selalu dalam kondisi pacaran di mana pasangan gwa adalah yang paling cihui di jagat raya ini. Gwa akan tetap melingkarkan lengan gwa di perut yang dahulu rata dan sekarang sudah membuncit tanpa perlu berkeluh kesah. ”perut Lo jelek ya sekarang.”
Mungkin cinta itu memang sebaiknya buta sehingga rumput hijau di tetangga pun tak bisa dilihat lagi. Karena buta, yaaa… gwa hanya mengenal apa yang ada di dekat gwa saja. Yang bisa gwa raih, yang gwa jaga dengan segala kekuatan dan yang akan gwa genggam untuk selamanya.
Semoga aja Birokrasi di Indonesia gag cuman bagus di slogannya saja…
Rain Fall Not at Any Time
October 28, 2008
Make fresh and go to the real world…some time it like dream but can’t happen.Reality make different about this world and another world…I cant talk about togetherness… cause i love diversity.. I dont want you too suppressed ..
Gwa di semprot oleh tiga sampai empat klien hari ini… wuihh.. parah dan janggal.. udah lama sie gag di semprot klien jadi agak-agak kangen gitu.. trus pas ditunggu-tunggu eh.. yang nyemprot bukanna atu malah banyak banget.. Lunas sudah kekangenan gwa…
Seorang temen mulai khawatir atas keogahan gwa nemuin klien ma seabrek kewajiban gwa yang belon sempet gwa kerjain.. Banyangin besok harus ketemu 3-4 orang dari pagi ampek sore.. lusa harus cabut ke Surabaya pagi.. sore harus dah nyampek bali lagi..en besoknya lagi besoknya lagi.. mmmm… NIE temen khawatir apa ngingetin kerjaan sie.. gag tau orang lagi sedih.. hiks..hiks..
NIE SARAN TEMEN-TEMEN GWA BUAT NGELUPAIN SI DOI
1. Ngafe di kafe xegeg ampek pagee..
2. Minum-minum ampek ancur..
3. Grahadi
4. Sholat
5. Sabar
6. Ngewek ke Sanur XXX
7. Cari Gantinya
8. Semedi
9. NgeGelek
10. Pergi ketempat jauh
wuihh… i Think I dont want forget him… So.. gwa putusin gwa akan menikmati kesedihan gwa, sebagaimana gwa ngerasain kesenangan ma doi bukan seperti memori yang terputus..Bukan seperti pelampias..seperti sperma yang moncrot.. Bukan sebagai bayangan masa lalu.. dan bukan sebagai penghapus luka.. gag gwa gag terluka menyintai die.. hehehhe .. gwa ketawa dalam kesedihan gwa..
… pas lagi-lagi asik nikmatin kesedihan gwa ada temen iseng muter laguna street voice… “baby face killer”..
“to all the girl we love before… we hope u die .. we hope u die”
“to all my sweetest memory thankyou my lips thankyu my eyes”
…. the reason i love in your world to knowww.. to see you dying young…
Anjrit orang sedih malah di provokasi… SETAN !!!
Alone-alone Mas….
October 26, 2008
Where does a junkie’s time go? Mostly in 15-minute increments, like a bug-eyed Tarzan, swinging from hit to hit. For months on end in 2007, I sat inside a house in north Kuta, doing coke and listening to Tracy Chapman’s “Fast Car” and finding my own pathetic resonance in the lyrics. “Any place is better,” she sang. “Starting from zero, got nothing to lose.”
Gwa kesepian but nggak sendirian. Kesepian itu dateng pas gwa ada jauh dari doi. jauh dalam pengertian gwa ya.. jauh secara jarak, waktu en tentu saja komunikasi termasuk juga hal-hal laen yang nggak penting sekalipun.
Sambil ngetik nie tulisan kebetulan ada kerjaan yang nguras waktu gwa selama berhari-hari. BT pasti.. tapi pa bole buat orang kerjaan buat nyambung idup. Walaupun gwa ngga yakin kalo ngga ngerjain nie kerjaan gwa jadi gameover. Kekawatiran takut gameover bikin gwa kerja ngalain rasa kekhawatiran gwa keilangan ingatan tentang doi.
Kesepian jelas dateng pas kita udah keilangan memori tentang apapun yang menurut kita indah. Gwa merasa kesepian kalo inget ma bonyok. Gwa juga ngerasa kesepian kalo gwa keilangan ingatan tentang doi. Nah lo kapan ramenya nie idup.. perasaan sepe mulu .. hihihihi. Kadang kesepian asik juga kalo kita udah biasa kesepian.
Does God see me right now? Yes. God sees everything, including the blind.
It’s All About Me
October 26, 2008
Gwa kadang berpikir, kalau beban hidup itu sudah begitu menekan, kepahitan itu begitu merasuk, Gwa perlu menjadi gila sejenak, Gwa membutuhkan waktu untuk menghilangkan kepahitan itu dengan hal-hal yang dilarang. Yang melayangkan sejenak dan kemudian menenggelamkan selamanya.
Pahit banget rasanya ngejalanin minggu kemaren.. dari klien yang komplain mulu sampai gwa harus pulang kampung buat nengokin bokap yang lagi sakit ( yang menurut versi kakak gwa udah mau game over ). Pilihan menjadi pribadi yang berbeda selalu menjadi favorit gwa melepas kepahitan… jauh-jauh hari sebelum di putusin pacar gwa udah merencanakan untuk menjadi orang yang berbeda di dunia yang berbeda pula.. jauh-jauh hari sebelum memutuskan menerima klien gwa udah mikirin dunia tanpa klien di seberang sana. Dan tentunya jauh-jauh hari sebelum bokap nanti game over, gwa harus memikirkan dunia tanpa bokap. tapi semateng-matengna rencana gwa.. gwa tetep sedih entah itu kehilangan klien, sahabat, pacar bahkan orang tua. It’s More than Life…..
BE DIFFERENT
Kehilangan manusia yang dicintai menurut gwa akan merubah orientasi hidup kita. Seorang teman yang udah siap-siap nikah ma cewexna tiba-tiba merubah orientasi hidupna yang sebelumna punya rumah mungil di pinggiran kota dengan sebuah mobil dan tentuna anak istri yang mengisi kecerianna tiap hari.. menjadi seorang pria yang membunuh sepi dengan kata-kata..hari-harinya dihabiskan dengan berpuisi.. dan menganggap kata-kata lebih indah dari impianna tadi.. sebuah pembunuhan yang sempurna.. entah itu hidup, kesepian… dan tentunya impianna tadi.. Take me Home God !!!
MEMILIKI KEHILANGAN
Gagal mempersiapkan adalah mempersiapkan kegagalan begitu kira-kira om murdoch bilang. Di balik dentuman lirih ipod Nano, di atas ketinggian 2500 m, dan dibalik kesedihan gwa pulang kampung (biasana gwa gembira lo) gwa mikir kehilangan merupakan sesuatu yang patut kita miliki… entah itu untuk sekedar menjadi cerita di sinetron-sinetron melo ala Indonesia atau sekedar teman tidur.. untuk sekedar mengingatkan indahnya memiliki… walaupun sulit dan di luar kendali kita..
So alone
I feel empty inside
I try to run and hide
But the lonliness is killing me
I come across so happy
How can I tell them?
Do I ever cross his mind?
No, maybe not…
Think I should leave it all behind
The pain can’t be worth this
How did I fall in love from just one kiss?
Gwa acapkali lupa neraka itu ada, sebagaimana surga ada…
Maybe I Can’t Hate U
October 12, 2008
“pengen banget sie ngebenci si doi but tetep gag bisa.. padahal gwa sering doi sakitin”
Cerita tentang temen lagi nie.. ceritana doi lagi patah hati gara-gara ditinggal ma cewekna…sering pula. Gwa yang dengerin aja gag tau mao reaksi apaan mo sedih ato mo ngakak.. abisna sedih-sedih lucu gitu sie.. Kejadianna doi ditinggal ma tu cewek ampek 4 kali wuih.. putus nyambung gitu, walaupun cewekna selingkuh, gonta-ganti cowok bahkan ketahuan ml ma co laen..but giliran mo balik lagee doi nerima-nerima aja.. ” udah terlanjur cinte bro” cerocos doi pas gwa tanyain.. kog bisa seeehh…
Datang Tak Diundang Pulang Tak Diantar
Bukan mo cerita tentang kuntilanak dan temen-temen sejenisnya.. but cuman mo ngasih gambaran serem dalam cinta.
Gwa punya temen yang gwa anggap sebagai saudara. kebetulan sekitar 2-3 taon yang lalu sempat kerja bareng di sebuah perusahaan jepang. doi jadi marketing, gwa jadi programer. Kesan pertama gwa ma tu orang pertamanya sie gag banget.. uda pakek kacamata model rolling stone, celana kuno banget ma potongan rambut uedan… tahun 60-an mungkin ngetrend. istilahnya bukan gwa banget. Setelah lama berinteraksi gwa akhirnya akrab ma doi (mungkin karena sering makan ma tidur bareng), gwa mulai tahu karakter doi yang emang seneng melakukan segalanya buat nyenengin temen.
Setelah berhenti kerja dan mutusin bikin bisnis sendiri, ogut ma doi banyak melakukan kerja sama yang menguntungkan kite. Lama kelamaan ogut ngerasa “keuntungan” gwa kog mulai meredup en ngilang dari kerja sama itu. Banyangin gwa bikin website sebuah perusahaan outbound.. hasilnya doi embat semuanya ampek domain hosting doi mulai lupa buat bayar. “busyet dah ngancurin bisnis temen kalo begini carana” jerit gwa. Alhasil gwa mutusin gag mo bekerja sama ma doi lagi..en masih nyariin solusi buat utang-utang doi ke perusahaan gwa.
Kebetulan pas lama setelah kejadian itu, gwa dapat kontrak bagus sama sebuah perusahaan tour and travel dan ternyata gwa dikontrak setelah perusahaan itu menendang temen gwa yang tadi. Doi mencak-mencak dan merasa gwa telah ngambil lahannya. Dari sms yang nada mengancam ampek memprovokasi temen-temen buat ngemusuhin gwa. Padahal gwa juga gag pernah memprovokasi tu si boss tour and travel buat nendang doi. Menurut cerita si boss doi terlalu banyak mark-up dan sering proses pengerjaan design ato webnya yang gag jadi-jdi. nie die webna http://pegasus-indonesia.com. Ancurr…
Sampek titik ini gwa muntab marah dan sedih campur jadi satu. Gwa jelas gag mo kehilangan saudara gwa.. gile men nyari temen aja susah, but disatu sisi gwa marah karena doi gag mo tahu posisi gwa ada di titik mana. Yang doi tau gwa udah udah ngambil lahannya…dan akan menjadi seperti itu terus. Gwa sayang banget ma proses yang udah kite abiskan bersama susah ma senengnya.. dan itu gag akan dapat dinilai ama apapun.. Maybe I Can’t Hate U…
It’s time to be audacious
September 17, 2008
”Kalau saja gwa punya keberanian memiliki kebebasan itu, tanpa harus terikat dengan nilai-nilai kita yang kadang baik, tetapi banyak muna-nya, gwa bisa jadi manusia berbahagia.”
kebaikan dan kemunafikan selalu dipisahkan layakna air ma minyak. Agama, norma, nilai-nilai selalu membicarakan kebaikan sebagai sesuatu yang harus diagungkan sedangkan kemunafikan layak ditinggalkan dan dilupakan seperti kondom, abis pake langsung buang. Nah masalah di gwa-nya kebaikan dan kemunafikan ada dalam diri gwa dan sama berkuasanya. Pas gwa lagi baek, gwa baeknya minta ampun. misalkan ada cewek cakep minta anterin ampek gilimanuk juga gwa ladenin. Trus pas gwa lagi munafik ada temen yang mo minjem uang buat spp, gwa bilang gag ada duit. duh.. gag bernorma, beragama, ma bernilai banget idup gwa…
Industri Kreatif
…those industries which have their origin in individual creativity, skill, and talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property.’ (UK Departemen of Culture Media and Sports).
Ngomongin tentang nilai-nilai gwa yang gag jelas antara baek ma buruk trus munafiknya ternyata membuat gwa mulai melirik industri kreatif. Suatu industri model baru yang saat ini booming di banyak negara dan menjamur di kota-kota seantero negri. Untuk saat ini di Indonesia di petakan ada 14 sub sektor industri kreatif yaitu :Periklanan , Arsitektur, Pasar seni dan barang antik, Kerajinan, DesainFesyenVideo, Film dan Fotografi, Permainan interaktif, Musik, Seni Pertunjukan,Penerbitan & Percetakan, Layanan Komputer dan piranti lunak, Televisi & radio, Riset dan Pengembangan. Model industri yang menurut gwa akan memberikan ruang buat lebih berani untuk memilih kebebasan. Memilih kebebasan menurut gwa lebih baik daripada sibuk mikirin yang mana yang baek yang mana buruk dan yang mana yang muna. Not like liberalism but how to built community. Begitu kira-kira yang bisa gwa dapet setelah membolak-balik puluhan website yang membahas tentang industri kreatif.
Gwa pernah membaca buku karangan erich Fromm yang judulnya lari dari kebebasan. Di buku itu diceritakan tentang ketakutan dari penulis tentang era sekarang yaitu era kebebasan. Industri yang lebih besar bebas untuk mencaplok industri yang kecil kemudian mematikannya, Pasar membebaskan para spekulan untuk mempermainkan harga rupiah seenak udelnya, sehingga membuat dollar jadi 9.500 kayak hari ini. Tapi sampai sekarang kita gag pernah berani, baik itu untuk menurunkan harga BBM, bikin sekolah gratis segratis aer ujan, atau paling gag menggratiskan biaya untuk mendaftarkan barang kita ke badan POM yang Rp. 2.500.000,- itu. Coba bayangin temen gwa punya produk spa yang jenisnya ada 14 macem, terus dari 14 macem itu ada 10 aroma, kalo mengikuti prosedur jelas 14 x 10 x 2.500.000,- = 350.000.000,-. Gimana mo kreatif kalo buat ijin aja ngeluarin duit segede itu. wuih.. mending gag usah ada cap pomnya menurut gwa.